2 Tugas
TUGAS
1. MENJELASKAN SECARA UMUM DARI TATA KERJA / METODE
Tata kerja atau metode adalah satu
cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat
diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen
dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
2.
PENJELASAN
TENTANG TUJUAN DARI PEMAKAIAN TATA KERJA YANG TEPAT
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam
penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
3.
JELASKAN
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN DAN TATA KERJA
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan
sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk
pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata
Kerja : Menjelaskan bagaimana proses
kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang
tersedia.
Hubungan Timbal Balik Antara
Organisasi dan Metode (Tata Kerja) Dengan adanya metode atau tata kerja dalam
organisasi sehingga pada proses kegiatan dapat menyusun perencanaan kerja,
dengan lebih terkoordinir dalam membentuk sekelompok manusia yang melakukan
kerjasama dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya dan tepat
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sehingga hubungan timbale baliknya
juga sangat baik. Penggambaran diatas telah jelas memberikan keterangan bahwa
Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja ( Metode ), bila semuanya terurut dan
dilaksanakan dengan benar, maka secara otomatis suatu tujuan Organisasi pun
akan tercapai
4.
JELASKAN DEFINISI BENTUK ORGANISASI MENURUT BEBERAPA
AHLI MANAJEMEN
1) Organisasi
adalah sebuah unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, terdiri atas dua
orang atau lebih dan yang relatif terus-menerus guna mencapai satu atau
serangkaian tujuan bersama (Robbins dan Judge, 2008:5).
2) Organisasi adalah
suatu wadah yang dibentuk untuk mencapai tujuan bersama secara efektif (Wibowo,
2007:1).
3) Organisasi adalah
suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasi dari
sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi
hanya merupakan alat dan wadah saja (Hasibuan, 2004:120).
ROSENZWEIG
Organisasi dapat dipandang sebagai :
Organisasi dapat dipandang sebagai :
- Sistem
sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok
- Integrasi
atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama
- Orang-orang
yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan bersama
MATTHIAS
AROEF
Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya
Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya
PFIFFNER
dan SHERWOOD
Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis
Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis
BAKKE
Organisasi
merupakan sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan
aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga
membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital,
gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan
ALLEN
Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan – hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan – hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
analisis :
organisasi itu memiliki sebuah kelompok yang terstruktur demi tujuan yang
sama
5.
JELASKAN
APA YANG DIMAKSUD DENGAN RENTANG KENDALI
Rentang Kendali adalah jumlah
bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara efektif oleh
seorang manajer. Rentang Kendali (span of control) sangat perlu dalam
pengorganisasian, karena berhubungan dengan pembagian kerja, koordinasi, dan
kepemimpinan seorang pemimpin (manajer).
Rentang Kendali diperlukan dalam
suatu organisasi karena adanya “limits factor(keterbatasan)” manusia, yaitu
keterbatasan waktu, pengetahuan, kemampuan, dan perhatian.
1.
Keterbatasan waktu, artinya bahwa
pada saat yang bersamaan seorang pemimpin melakukan pekerjaan yang beraneka
macam.
2.
Keterbatasan pengetahuan, artinya
bahwa seorang pemimpin tidak mungkin dapat mengetahui semua pekerjaan dalam
perusahaan karena itu perlu diadakan pembagian pekerjaan kepada bawahannya.
3.
Keterbatasan kemampuan, artinya
bahwa seorang pemimpin perusahaan kemampuannya terbatas, karena itu perlu
diadakan batas jumlah bawahan langsungnya.
4.
Keterbatasan perhatian, artinya
bahwa seorang pemimpin terbatas perhatiannya, ia tidak dapat memperhatikan
semua masalah yang dilakukan bawahannya sehingga perlu diadakan pembatasan
jumlah bawahan langsung yang dipimpinnya.
Ada dua kelompok faktor yang harus
diperhatikan dalam menentukan berapa sebaiknya jumlah pejabat bawahan yang
langsung dapat dipimpin dengan baik oleh seorang pejabat atasan tertentu :
v Faktor Subyektif ialah faktor
yang melekat pada pejebatnya :
Ø Kepandaian
Ø Pengalaman
Ø Kesehatan
Ø Umur
Ø Kejujuran
Ø Keahlian
Ø Kecakapan , dan lain-lain
v Faktor Objektif ialah faktor
yang berada di luar pejabatnya :
Ø Corak pekerjaan
Ø Jarak antar para pejabat bawahan
Ø Letak para pejabat bawahan
Ø Stabil labilnya organisasi
Ø Jumlah tugas pejabat
Ø Waktu penyelesain pekerjaan
Pedoman lainnya yang dapat dipakai untuk menemukan rentang
kendali mencakup beberapa factor yang berhubungan dengan situasi, bawahan,
atasan, yang secara singkat dapat ditunjukkan sebagai berikut :
1. Factor-faktor yang
berhubungan dengan situasi. Rentang kendali dapat relative melebar bila :
a. Pekerjaan bersifat rutin.
b. Operasi-operasi stabil.
c. Pekerjaan bawahan
sejenis.
d. Bawahan dapat bekerja tidak
tergantung satu dengan yang lain.
e. Prosedur-prosedur dibuat
secara baik dan telah diformalisasi.
f. Pekerjaan tidak
membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.
2. Factor-faktor yang
berhubungan dengan bawahan. Rentang kendali dapat relative melebar bila :
a. Bawahan adalah terlatih baik
untuk pekerjaan tertentu.
b. Bawahan lebih senang bekerja
tanpa pengawasan ketat.
3. Factor-faktor yang
berhubungan dengan atasan. Rentang kendali dapat relative melebar bila :
a. Manajer adalah terlatih baik
dan berkemampuan tinggi.
b. Manajer menerima bentuan
dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan pengawasannya.
c. Manajer tidak
mempunyai kegiatan-kegiatan tambahan selama pengawasan dilaksanakan.
d. Manajer lebih mempunyai gaya
pengawasan yang lepas daripada ketat.
Pejabat atasan yang pandai, cakap
ataupun ahli dapat memimpin sejumlah pejabat bawahan yang lebih banyak
dibanding dengan pejabat atasan yang masih kurang kepandaiannya, kecakapannya
ataupun keahliannya.
Pejabat atasan yang telah berpengalaman
tentunya dapat memiliki sejumlah pejabat bawahan langsung yang lebih banyak
dibanding dengan pejabat atasan yang belum berpengalaman.
Pejabat atasan yang memiliki
kesehatan jasmani ataupun rohani tentunya dapat memimpin sejumlah pejabat
bawahan yang lebih banyak dibanding dengan pejabat atasan yang kurang
kesehatannya. Pejabat yang sehat mampu bekerja dengan baik, setiap hari dapat
masuk kerja sehingga dapat mengontrol, dengan baik, dapat menjadi teladan kerja
para pejabat bawahannya.
Pajabat pimpinan yang berusia 25-60
tahun kemampuan kerjanya sedang tinggi maka pejabat berusia demikian
dapat memimpin sejumlah bawahan yang lebih banyak dibanding dengan pejabat
atasan yang telah berusia lebih lanjut misalnya 65 tahun atau lebih.
Pejabat atasan yang memiliki sifat
jujur tentunya baik apabila diserahi sejumlah bawahan yang banyak dibanding
dengan pejabat atasan yang tidak jujur. Biasanya apabila pejabat atasannya
jujur maka akan berpengaruh jujur pula pada bawahannya.
Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa apabila factor subyektif dalam keadaan baik maka rentangan control dapat
luas, sedang bila factor subyektif dalam keadaan kurang baik maka rentangan
control sebaiknya sempit.
Apabila corak pekerjaan para pejabat
bawahan itu satu macam maka lebih muda dipimpin, maka jumlah pejabat bawahan
langsung dapat lebih banyak dibanding dengan apabila mereka melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang bercorak aneka ragam. Karena pejabat bawahan yang
melakukan pekerjaan yang bercorak aneka ragam lebih sukar bagi pimpinan untuk
memimpinnya.
Sebagai contoh misalnya perbandingan
jumlah pejabat bawahan yang harus di awasi oleh pengawas yang bekerja pada
proyek pembangunan bendungan tentunya tidak akan dapat dipaksakan sama dengan
jumlah pejabat bawahan yang diawasi oleh seorang pengawas yang bekerja dalam
pembangunan perbaikan jalan. Pada proyek pembangunan bendungan, corak pekerjaan
sangat beraneka macam sehingga lebih sulit mengawasinya, sedang pada proyek
perbaikan jalan macamnya pekerjaan tidak banyak dan bersifat lebih sederhana.
Maka pengawas pada proyek pembangunan bendungan harus memiliki sejumlahpajabat
bawahan langsung yang lebih sedikit, sedang pengawas pada proyek perbaikan
jalan dapat memiliki sejumlah pejabat bawahan langsung yang lebih banyak.
Jumlah pejabat bawahan bagi seorang
pejabat atasan itu dapat banyak apabila pekerjaan yang dilakukan oleh para
pejabat bawahan itu termasuk pekerjaan yang tidak memerlukan waktu lama untuk
penyelesaiannya, sebaliknya apabila untuk tiap-tiap pekerjaan yang harus dikerjakan
oleh para pejabat bawahan itu selalu memakan waktu yang lama sehingga pejabat
atasan harus selalu mengontrol beberapa kali atau membimbing beberapa kali maka
sebaiknya jumlah yang dipimpin oleh pejabat atasan itu sedikit saja.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
apabila :
v Corak pekerjaan pejabat bawahan itu semacam rentangan
control luas, sedang apabila corak pekerjaan para pejabat bawahan itu aneka
ragam rentangan control sempit.
v Jarak atau letak para pejabat bawahan itu berdekatan
rentangan control luas, sedang apabila jarak atau letak para pejabat bawahan
itu saling berjauhan rentangan control sempit.
v Apabila organisasi masih labil rentangan control sempit,
tetapi apabila organisasi telah stabil rentangan control luas.
v Apabila jumlah tugas pokok pejabat atasan itu banyak
rentangan control sempit demikian pula apabila jumlah tugas bagi para pejabat
bawahan masing- masing berjumlah sebanberjumlah banyak, rentangan control sempit
v Apabila waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekkerjaan
itu singkat, rentangan control luas, sebaliknya apabila waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan tiap pekerjaan itu lama rentangan control sempit.
RENTANG KENDALI VERSUS LEVEL
ORGANISASI
Rentang kendali bertentangan dengan level ( tingkatan) struktur
organisasi. Jika rentang kendali semakin banyak maka level organisasi semakin
pendek dan bagan organisasi (organization chart) melebar atau
tingkatan-tingakatan organisasi semakin pendek. Jika rentang kendali (rentang
manejemen) semakain sedikit maka level organisasi semakin panjang
(tingkatan-tingkatan) organisasi semakin banyak.
Apa saja kebaikan atau keburukan
rentang kendali yang banyak melebar?
Kebaikannya :
1. Tingkatan-tingkatan manejer
sedikit, biaya-biaya relative kecil karena yang mendapat tunjangan jabatan
semakin sedikit.
2. Jalur perintah dan tanggung
jawab pendek, sehingga komunikasi efektiv karena hambatan-hambatan komunikasi
akan lebih mudah di atasi.
3. Hambatan birokrasi dapat di
hindarkan, karena tidak terlalu banyak pejabat yang harus dilalui untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan/urusan.
4. Departemen-departemen
organisasi sedikit.
Keburukannya :
1. Koordinasi sulit dilakukan
sebab mengkoordinasi bawahan yang banyak lebih sulit daripada mengkoordinasi
bawahan yang sedikit.
2. Pengerahan, pembinaan,
pengendalian kurang efektiv.
3. Spesialisasi tugas kurang
mendalam.
Apa kebaikan dan keburukan rentang
kendali sedikit level organisasi yang panjang?
Kebaikannya :
1. Koordinasi relative
lebih mudah dilakukan, karena bawahan sedikit.
2. Pengarahan, pembinaan, dan
pengendalian akan lebih efektive.
3. Spesialisasi tugas akan
lebih mendalam.
4. Kerja sama, hubungan, dan
kedisiplinan akan lebih baik.
Keburukannya :
1. Biaya lebih banyak, karena
semakin banyak pejabat yang mendapat tunjangan jabatan
2. Birokrasi semakin panjang,
karena semakin banyak pejabat yang dilalui untuk menyelesaikan suatu tuga.
3. Jalur perintah dan
tanggung jawab lebih panjang, sehingga kurang efektiv.
JENIS JENIS AUTHORITY (WEWENANG)
Line authority adalah fungsi-fungsi yang mempunyai tanggung jawab
langsung atas tercapainya tujuan perusahaan.
Staff authority adalah fungsi yang tidak menyumbangkan secara langsung
pencapaian tujuan perusahaan, tetapi melakukannya secara tidak langsung dengan
membantu dan memberikan fasilitas, saran kepada pelaksanaan fungsi lini.
Functional authority adalah hak untuk memerintah bagian-bagian yang lain
sepanjang mengenai hal-hal yang khusus. Misalnya mengenai prosedur-prosedur,
proses, metode-metode kerja, baik yang dimiliki oleh manejer lini ataupun staff
authority.
6.
JELASKAN
KEBAIKAN & KEBURUKAN DARI BENTUK – BENTUK ORGANISASI
1.
Organisasi
Lini
Organisasi lini adalah suatu bentuk
organisasi yang didalamnya adanya batasan yang jelas antara pimpinan dan
bawahan. Pimpinan bertanggung jawab atas segala kegiatan organisasi dan
mempunyai hak untuk mengambil keputusan dan wewenang lalu, bawahan harus
mematuhinya.
Kekurangan dari organisasi lini adalah kurangnya seorang pimpinan yang berpengalaman dan berpengetahuan luas, adanya kecenderungan untuk seorang pimpinan untuk bertindak otoriter/dictator,dalam pengembangan suatu bawahan kurang mendapat perhatian, karena mereka tidak pernah diikutsertakan dalam pengambilan keputusan dan kurang bebas dalam melakukan tindakan.
Kekurangan dari organisasi lini adalah kurangnya seorang pimpinan yang berpengalaman dan berpengetahuan luas, adanya kecenderungan untuk seorang pimpinan untuk bertindak otoriter/dictator,dalam pengembangan suatu bawahan kurang mendapat perhatian, karena mereka tidak pernah diikutsertakan dalam pengambilan keputusan dan kurang bebas dalam melakukan tindakan.
Tabel 1. Kebaikan dan
Keburukan Organisasi Bentuk Lini
|
|||
no
|
Kebaikan
|
no
|
Keburukan
|
1
|
Kesantunan
perintah dan kesatuan pimpinan terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada
dalam satu tangan.
|
1
|
Koordinasi
antar anggota biasanya sulit karena mereka bertanggung jawab kepada
superiornya saja.
|
2
|
Garis
pimpinan berjalan secara tegas, karena pimpinan langsung berhubungan dengan
anggotanya.
|
2
|
Overall
planning sulit karena anggota hanya merasa terikat kepada atasan langsung.
|
3
|
Proses
pengubahan keputusan dapat berjalan dengan cepat.
|
3
|
Dapat
timbul birokrasi yang beku, petunjuk harus memulai beberapa hierarki.
|
4
|
Cepat
termonitor mana anggota yang cakap atau kurang, rajin atau malas.
|
4
|
Pembagian
kerja kurang terkhususkan sehingga keuntungan spesialisasi tidak ada,
kesempatan para anggota untuk berkembang terbatas.
|
5
|
Rasa
solidaritas anggota cukup baik karena saling mengenal.
|
5
|
Kerja
sama antar bagian kurang erat.
|
6
|
Seluruh
organisasi terlalu tergantung pada satu orang, sehingga seseorang itu tidak
mampu maka seluruh organisasi terancam kehancuran.
|
||
Sumber
: Supardi dan Anwar,2000
|
|||
a.
Organisasi lini dan Staff
Perpaduan antara struktur organisasi garis dengan struktur organisasi fungsional dengan bantuan staff. Keburukan Organisasi Lini dan Staf, yaitu :
Struktur organisasinya sangat rumit, adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya, dan perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu .
Perpaduan antara struktur organisasi garis dengan struktur organisasi fungsional dengan bantuan staff. Keburukan Organisasi Lini dan Staf, yaitu :
Struktur organisasinya sangat rumit, adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya, dan perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam memandang sesuatu .
b.
Organisasi Fungsional
Organisasi Fungsional adalah organisasi yang susunannya berdasarkan atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut,Dalam organisasi ini seorang tenaga kerja tidak hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Pada organisasi ini pemimpin berhak memerintahkan kepada para tenaga kerja/para karyawannya, selama masih dalam hubungan pekerjaan.Sehingga seorang pekerja dapat saja diperintah oleh lebih dari satu atasan sesuai dengan keahliannya.
Organisasi Fungsional adalah organisasi yang susunannya berdasarkan atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut,Dalam organisasi ini seorang tenaga kerja tidak hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Pada organisasi ini pemimpin berhak memerintahkan kepada para tenaga kerja/para karyawannya, selama masih dalam hubungan pekerjaan.Sehingga seorang pekerja dapat saja diperintah oleh lebih dari satu atasan sesuai dengan keahliannya.
Kelebihannya :
Karena masing – masing divisi dalam management lebih terfokus dalam menggarap satu bidang saja, sehingga memunculkan orang – orang yang benar – benar berkompeten di bidang tersebut. Keprofesionalitasan dalam bidang ini menjadi salah satu indikator bagaimana organisasi pada umumnya dan masing – masing divisi dalam suatu organisasi pada khususnya berjalan dan sesuai dengan programyang telah dijalankan. Lebih bisa mencapai hasil yang maksimal dalam jalur – jalur garis besar program perusahaan yang benar untuk menghindari jika ada kesalahan yang mendasar dalam perusahaan, perusahaan dapat cepat menyelesaikannya.
1. perusahaan lebih produktif
Dengan struktur yang baik dalam bekerja menyebabkan para pekerja semakin giat dalam menjalankan pekerjaannya guna mencapai hasil yang terbaik.
2. Memunculkan inovasi – inovasi baru
Karena banyaknya orang – orang yang benar berkompeten di bidang masing – masing bidang, maka akan banyak timbul ide – ide dan kreatifitas serta inovasi – inovasi sehingga perusahaan tidak jalan di tempat dan deadlock bahkan varietas perusahaan menjadi kian beragam.
3. Perusahaan lebih bisa berkembang dan maju
Seiring munculnya banyak inovasi – inovasi baru maka perusahaan pun akan cepat berkembang dengan memaksimize setiap tujuan perusahaan dalam mencapai profityang diharapkan oleh perusahaan.
KELEMAHAN
Karena banyaknya orang ahli dan kompeten di bidangnya maka muncul konflik – konflik baik vertikal maupun horizontal, banyaknya orang ahli di masing – masing bidang menimbulkan seringnya gesekan – gesekan opinion maupun ide sangat sering terjadi yang bisa mengganggu stabilitas perusahaan.
1. Sulitnya mengontrol perusahaan karena banyaknya bidang dan divisi serta “ ilmuwan – ilmuwan “ di masing – masing bidangnya. Yang akhirnya harus merekrut dewa pengawas perusahaan-perusahaan dalam setiap bidang.
2. Penyimpangan – penyimpangan jadi sulit terlacak dan lebih sering terjadi yang bukan mustahil menimbulkan kerugian yang besar pada perusahaan. Karena banyaknya bidang dan divisi yang harus dikontrol sehingga pengawasanpun menjadi lemah.
3. Sulit mencari figur pimpinan karena banyaknya orang – orang yang ahli dan berkompeten di bidangnya sehingga sangat sulit menilai karena kedudukan dan peranan yang sama dalam perusahaan.
4. Muncul persaingan yang tidak sehat karena masing –masing merasa ahli dan berperan dalam perusahaan. Untuk itu perusahaan harus selektif dalam mencari para ahli dalam setiap bidangyang dipegang.
Suatu organisasi baik itu organisasi formal maupun informal dalam melakukan segala aktivitasnya pastilah terdapat hubungan diantara orang-orang yang melaksanakan aktivitas tersebut. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, maka akan semakin kompleks juga hubungan yang terjalin. Untuk mengatasi masalah itu,maka dibuatlah stuktur organisasi yang menggambarkan hubungan antar kelompok/bagian.
Contohnya seperti pada institusi pendidikan. Institusi pendidikan berarti sebuah lembaga atau organisasi yang berfokus pada pengembangan pendidikan.Agent-agent yang berperan diantaranya adalah tenaga pengajar (guru, dosen), tenaga pendukung (pegawai administrasi, petugas kebersihan, dan lainnya), dan anak didik (siswa, mahasiswa).
Umumnya lembaga/institusi pendidikan ini menggunakan
struktur organisasi garis dan fungsional. Organisasi fungsional dan garis
adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan
kepada kepala bagian di bawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta
sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap
diserahkan kepada kepala bagian
.Dapat digambarkan sebagai berikut :
Jadi,masing-masing kepala bagian memiliki spesialisasi kerja dan memiliki wewenang untuk betindak/melakukan sesuatu sesuai dengan bidangnya namun wewenang tertinggi tetap dipengang oleh pucuk pimpinan. Namun bentuk organisasi fungsional dan garis ini memiliki kekurangan yaitu :
- dengan adanya spesialisasi/pembagian kerja, hal ini dapat memberikan kejenuhan kepada anggotanya. Misalkan seorang guru bertahun-tahun mengajar pelajaran yang sama, maka hal ini akan menimbulka. kejenuhan.
- Anggota tidak dapat melakukan koordinasi dengan anggota lain. Karena spesialisasinya saling berbeda. Selain itu juga pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dalam suatu bagian dikoordinasikan oleh lebih dari 1 orang.
Sumber TUGAS:
https://siregarsiti.wordpress.com/2014/10/03/hubungan-organisasi-management-dan-tata-kerja/
https://fandyaditya63blog.wordpress.com/2014/10/04/definisi-bentuk-organisasi-menurut-beberapa-ahli-manajemen/
http://karina-gita.blogspot.co.id/2012/03/rentang-kendali.html

Komentar
Posting Komentar